Wamen HAM Lakukan Intervensi Indonesia di Ajang General Debate Item 5 Human Rights Bodies And Mechanism Sidang Dewan PBB

- Penulis

Jumat, 25 September 2026 - 13:59 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

BI-Jenewa, – Wakil Menteri Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Mugiyanto Sipin MAP, menyampaikan intervensi Indonesia pada General Debate Item 5 Human Rights Bodies and Mechanisms dalam Sidang Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (Dewan HAM PBB) sesi ke-63 di Markas PBB di Jenewa, Swiss, Kamis (24/09/2026)
Pun agenda Item 5 membahas peran dan kontribusi berbagai badan serta mekanisme (HAM-PBB) dalam mendorong pemajuan dan pelindungan (HAM).


Agenda item 5 memiliki rangkaian pembahasan yang mencakup Complaint Procedure, dialog interaktif dengan Expert Mechanism on the Rights of Indigenous Peoples (EMRIP) dan laporan Sekretaris Jenderal (PBB) mengenai kerja sama dengan (PBB), serta Human Rights Council Advisory Committee yang diakhiri dengan General Debate. Sidang tersebut dipimpin oleh Wakil Presiden Dewan (HAM), Tsegab Kebebew Daka, yang juga merupakan Wakil tetap Etiopia untuk PBB, dan juga dihadiri oleh seluruh negara anggota Dewan (HAM- PBB) dan berbagai (NGO).
Menurut Wakil Menteri (HAM), Mugiyanto Sipin MAP, apresiasi Indonesia terhadap kontribusi penting badan dan mekanisme (HAM-PBB) dalam memajukan dan melindungi (HAM) di seluruh dunia. Menurut Indonesia, mekanisme tersebut memiliki peran penting dalam mendukung upaya pemajuan (HAM) secara global. Namun, di tengah keterbatasan keuangan yang dihadapi (PBB), mekanisme (HAM- PBB) tidak dapat bekerja sendiri.
Untuk itu, Indonesia menekankan pentingnya penguatan kerja sama dengan organisasi regional guna memastikan sistem (HAM) internasional dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
Dalam konteks regional, Wakil Menteri (HAM) mengangkat peran kepemimpinan Indonesia dalam mendorong kerja sama (HAM) di kawasan, termasuk melalui ASEAN Human Rights Dialogue (AHRD).
Forum tersebut menjadi wadah bagi negara-negara anggota ASEAN untuk berbagi perkemban gan, pengalaman, dan tantangan dalam pemajuan (HAM), termasuk melalui keterlibatan organisasi masyarakat sipil. Sebagaimana diketahui, sejak menjabat, Wakil Menteri (HAM) setiap tahun secara konsisten menghadiri gelaran (AHRD) di Sekretariat ASEAN, Jakarta.
Hal itu menunjukkan bukti konkret dukungan dan kontribusi Kementerian (HAM) dalam pemajuan (HAM) di kawasan regional dan global. Indonesia memandang bahwa penguatan kerja sama regional dapat menjadi bagian penting dalam mendukung upaya pemajuan (HAM) sekaligus memperkuat hubungan antara mekanisme (HAM) internasional dan realitas di tingkat regional serta nasional.
Indonesia juga menekankan bahwa pendekatan regional perlu memperhatikan keberagaman konteks nasional.
Kemajuan (HAM) yang berkelanjutan, menurut Indonesia, perlu dibangun melalui kepemilikan nasional (national ownership) serta dengan mempertimbangkan karakteristik dan kekhususan nasional maupun regional. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk memastikan agar upaya pemajuan HAM dapat diterapkan secara berkelanjutan dan relevan dengan kondisi masing-masing negara.
Menutup pernyataan nya, Wakil Menteri (HAM) menyampaikan pandangan Indonesia mengenai perlunya kerja sama yang lebih berkelanjutan antara mekanisme (HAM- PBB) dan organisasi regional.
Dan kerja sama yang lebih erat diharapkan dapat menciptakan koherensi yang lebih baik dalam upaya bersama untuk memajukan (HAM) di tingkat global serta memperkuat efektivitas sistem (HAM) internasional. Dalam kegiatan tersebut, Wakil Menteri (HAM-RI) turut didampingi oleh delegasi Republik Indonesia dari Kementerian Hak Asasi Manusia, Yosef Sampurna Nggarang, Staf Khusus Menteri Hak Asasi Manusia Bidang Pemenuhan Hak Asasi Manusia, dan Novie Soegiharti, Direktur Penguatan Kapasitas Hak Asasi Manusia Aparatur Negara.

Baca Juga:  The Evolution of Jakarta: From Colonial Capital to Modern Metropolis

(JRT)

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Follow WhatsApp Channel beritanyaindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Kerjasama , Wamen HAM RI Bertemu OHCR Di Jenewa
Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup
The Latest News in R&B Music: A Look at Super Bowl Performances, New Albums, Rising Stars, and Tribute to Aaliyah
Barack Obama: A Legacy of Progress and Change
Exploring Bandung’s Natural Wonders: From Volcanic Landscapes to Majestic Waterfall
The Evolution of Jakarta: From Colonial Capital to Modern Metropolis
The Trump Administration’s Legacy in World Politics: An Assessment
China’s Growing Influence in International Politics: Implications for the World Order
Berita ini 29 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 14:37 WIB

Perkuat Kerjasama , Wamen HAM RI Bertemu OHCR Di Jenewa

Jumat, 25 September 2026 - 13:59 WIB

Wamen HAM Lakukan Intervensi Indonesia di Ajang General Debate Item 5 Human Rights Bodies And Mechanism Sidang Dewan PBB

Kamis, 30 Maret 2023 - 20:15 WIB

Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

Rabu, 29 Maret 2023 - 05:50 WIB

The Latest News in R&B Music: A Look at Super Bowl Performances, New Albums, Rising Stars, and Tribute to Aaliyah

Rabu, 29 Maret 2023 - 01:48 WIB

Barack Obama: A Legacy of Progress and Change

Berita Terbaru

Internasional

Perkuat Kerjasama , Wamen HAM RI Bertemu OHCR Di Jenewa

Sabtu, 26 Sep 2026 - 14:37 WIB

error: Content is protected !!